welcome to my blog...
semoga bermanfaat :)

Selasa, 13 Maret 2012


MEMANFAATKAN BONGGOL PISANG SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF PENGGANTI BBM

Prospek Produksi Bioetanol Bonggol Pisang (Musa paradisiacal) Menggunakan Metode Hidrolis Asam dan Enzimatis

SUMBER : http://www.djarumbeasiswaplus.org/artikel/content/26/Prospek-Produksi-Bioetanol-Bonggol-Pisang-%28Musa-paradisiacal%29-Menggunakan-Metode-Hidrolis-Asam-dan-Enzimatis/


Menipisnya cadangan bahan bakar fosil dan meningkatnya populasi manusia sangat kontradiktif dengan kebutuhan energi bagi kelangsungan hidup manusia beserta aktivitas ekonomi dan sosialnya. Sejak lima tahun terakhir, Indonesia mengalami penurunan produksi minyak nasional akibat menurunnya cadangan minyak pada sumur-sumur produksi secara alamiah, padahal dengan pertambahan jumlah penduduk, meningkat pula kebutuhan akan sarana transportasi dan aktivitas industri. Hal ini berakibat pada peningkatan kebutuhan dan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.

Melihat kondisi tersebut, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional untuk mengembangkan sumber energi alternatif sebagai pengganti BBM (Prihandana, 2007). Kebijakan tersebut telah menetapkan sumber daya yang dapat diperbaharui seperti bahan bakar nabati sebagai alternatif pengganti BBM. Bahan bakar berbasis nabati diharapkan dapat mengurangi terjadinya kelangkaan BBM, sehingga kebutuhan akan bahan bakar dapat terpenuhi. Bahan bakar berbasis nabati salah satu contohnya adalah bioetanol.

Kandungan karbohidrat bonggol pisang tersebut sangat berpotensi sebagai sumber bahan bakar nabati yaitu bioetanol. Bioetanol merupakan cairan hasil proses fermentasi gula dari sumber karbohidrat (pati) menggunakan bantuan mikroorganisme (Anonim, 2007). Produksi bioetanol dari tanaman yang mengandung pati atau karbohidrat, dilakukan melalui proses konversi karbohidrat menjadi gula (glukosa) dengan beberapa metode diantaranya dengan hidrolisis asam dan secara enzimatis.

Penulisan karya tulis ini bertujuan mengetahui potensi bonggol pisang sebagai sumber bioetanol menggunakan metode hidrolisis asam dan  enzimatis dan proses yang lebih baik untuk menghasikan bioetanol dari bonggol pisang.

Metode penulisan yang digunakan dalam karya tulis ini adalah metode deskriptif analisis melalui pengumpulan  data sekunder  yang meliputi jurnal ilmiah, artikel ilmiah, buku teks, internet dan data olahan yang berasal dari Hasil analisis data sekunder yang ditunjang dengan data-data pendukung.

Bonggol pisang memiliki komposisi yang terdiri dari 76% pati, 20% air. (Yuanita dkk, 2008). Potensi kandungan pati bonggol pisang yang besar dapat dimanfaatkan sebagai alternatif bahan bakar yaitu, bioetanol. Bahan berpati yang digunakan sebagai bahan baku bioetanol disarankan memiliki sifat yaitu berkadar pati tinggi, memiliki potensi hasil yang tinggi, fleksibel dalam usaha tani dan umur panen (Prihandana, 2007). Bioetanol yang digunakan sebagai bahan bakar mempunyai beberapa kelebihan, diantaranya lebih ramah lingkungan, karena bahan bakar tersebut memiliki nilai oktan 92 lebih tinggi dari premium nilai oktan 88, dan pertamax nilai oktan 94.

Proses pembuatan bioetanol melalui beberapa tahap yaitu isolasi pati, hidrolisis pati menjadi glukosa, fermentasi atau perubahan glukosa menjadi etanol atau bioetanol, dan destilasi bioetanol (Musanif, 2008).
Tahap yang paling penting adalah pada perubahan pati menjadi glukosa. Pati bonggol pisang dirubah menjadi glukosa menggunakan metode hidrolisis asam dan enzimatis. Katalis asam yang dapat digunakan adalah asam-asam organik seperti, HNO3, HCl dan H2SO4. Penggunaan katalis asam kurang memiliki prospek karena tidak ramah lingkungan, bersifat toksik, membutuhkan suhu yang sangat tinggi, dan pemutusan ikatan pada pati tidak spesifik sehingga glukosa yang dihasilkan sedikit.

Metode enzimatis lebih memiliki prospek, karena lebih ramah lingkungan, ekonomis, pemutusan ikatan pada pati lebih spesifik, sehingga jumlah glukosa yang dihasilkan melimpah.

Aplikasi potensi bonggol pisang sebagai sumber pembuatan bioetanol perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai analisis kualitatif maupun analisis kuantitatif bioetanol sehingga bonggol pisang dapat dijadikan sumber bioetanol yang dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar fosil (BBM).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar